BerandaSosial MediaPrediksi Trend Media Sosial di Tahun 2023 Menurut Para Pakar

Prediksi Trend Media Sosial di Tahun 2023 Menurut Para Pakar

Pengguna sosial media yang terus meningkat harus menjadi perhatian seorang spesialis media sosial untuk beradaptasi dan menyusun strategi. Prediksi trend media sosial para pakar dapat menjadi acuan dalam menghadapi segala bentuk perubahan.

Pada tahun 2021, lebih dari 4,26 miliar orang di seluruh dunia menggunakan media sosial. Proyeksi menunjukkan bahwa angka ini akan meningkat menjadi hampir 6 miliar pada tahun 2027.

Dengan kemunculan teknologi baru, pembaruan fitur yang tidak pernah berhenti, dan perubahan perilaku pengguna yang terus berubah. Maka dari itu seorang digital marketer harus selalu waspada dengan segala bentuk perubahan.

Maka dari itu kami berinisiatif untuk mencari informasi penting mengenai prediksi trend media sosial di tahun 2023 ini. Mulai dari popularitas video berdurasi singkat hingga pentingnya membangun sebuah komunitas. Hal inilah yang harus di perhatikan oleh seorang digital marketer untuk menghadapi perubahan di tahun 2023.

Prediksi Para Pakar Media Sosial Mengenai Trend Saat ini

Ilya Cherepakhin, seorang pimpinan konsultasi perusahaan di Media.Monks memprediksi bahwa Tiktok akan terus berkembang sebagai platform media sosial video singkat.

TikTok akan Semakin Populer dalam Industri Sosial Media Marketing

Ada beberapa tren yang berkaitan dengan pendapat tersebut. Mulai dari yang terjadi dengan platform media sosial lainnya, hingga adopsi format augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) di media sosial. TikTok merupakan platform media sosial yang memiliki keunggulan dalam hal ini.

TikTok akan terus mendapat keuntungan dari kelemahan yang ada di platform sosial media lainnya.

BACA JUGA  8 Pengertian Media Sosial Menurut Para Ahli Teknologi dan Sosial

Pada awalnya Tiktok hanyalah platform media sosial biasa, namun sekarang mereka juga bersaing dalam hal promosi berbayar. Mereka berhasil bersaing dengan platform periklanan online lainnya seperti Google, Facebook dan Twitter.

Platform iklan online yang tadinya dianggap sebagai pilihan utama, saat ini para pengiklan memiliki pilihan. Terutama dalam iklan video singkat yang menurut mereka sangat efektif untuk membangun brand awareness bisnisnya.

Pada awal tahun 2022, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Facebook terus mengalami penurunan pendapatan sebesar 10 miliar dolar. Masalah juga terus berlanjut bagi Meta sepanjang tahun 2022, dengan pengeluaran iklan dan harga saham mereka yang terus menurun.

Pengguna TikTok terus Mengalami Pertumbuhan

Pertumbuhan pengguna dan keterlibatan juga menjadi keunggulan TikTok. Selain jumlah pengguna TikTok yang terus meningkat (diperkirakan akan mencapai lebih dari 800 juta pada tahun 2023).

Selama pandemi covid-19, TikTok menjadi pilihan untuk platform media sosial, bukan hanya untuk hiburan semata. TikTok telah berkembang dari platform yang tadinya hanya untuk hiburan, namun saat ini menjadi sumber informasi yang berharga.

Hal ini di tambah dengan meningkatnya kenyamanan dalam menggunakan fitur augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) yang TikTok miliki.

Memang benar bahwa platform media sosial lainnya juga memiliki fitur serupa, seperti Snap Lens. Namun, keunggulan TikTok sebagai pelopor di bidang ini menjadikannya pilihan yang tepat bagi pengguna media sosial.

Dan berbicara tentang pengujian, pada tahun ini, format iklan terkait AR dan VR telah menjadi mainstream karena tidak lagi dianggap sebagai hal baru.

Perusahaan-perusahaan besar semakin mengakui kemampuan fitur tersebut untuk  kebutuhan strategi pemasaran mereka. Hal ini membuat TikTok semakin optimis untuk bersaing dalam fitur promosi berbayarnya. Tentu saja tidak hanya merugikan platform iklan sosial berbayar lainnya, tetapi juga pemain iklan digital secara lebih luas.

Spesialis Media Sosial Perlu Mengikuti Arah Bola

Greg Jarboe, President & Co-Founder Of SEO-PR mengatakan bahwa seorang digital marketer perlu “mengikuti arah bola” untuk tahun 2023, bukan ke arah yang sudah terlewati.

BACA JUGA  Iklan Facebook Lebih Efektif dengan Strategi A/B Testing

Itu berarti lebih memperhatikan platform seperti TikTok, LinkedIn, Instagram, dan YouTube, yang bergerak maju ke arah yang tepat. Namun platform media sosial lainnya seperti Twitter, Snapchat, dan Facebook tampaknya kurang beradaptasi dengan perubahan dan tantangan yang ada di dunia digital marketing saat ini

Video Vertikal Berdurasi Pendek Akan Mengambil Alih

Jacob Styler, Founder & Digital Marketing Director di Infinity Digital mengatakan:

Menurut saya konten video berdurasi singkat akan tumbuh lebih banyak di tahun 2023.

Dengan popularitas TikTok yang terus meningkat, sudah pasti bahwa Instagram Reels dan YouTube Shorts juga mendapat perhatian besar, jadi tidak diragukan lagi platform lain akan mengikuti jejak tersebut.

Saya jug sudah melihat Twitter memberikan prioritas pada konten video berdurasi singkat dalam feed-nya, sehingga ini akan menjadi hal yang penting bagi konten kreator untuk mempertimbangkan platform tersebut.

Saya juga berpikir bahwa pengalaman belanja melalui media sosial akan semakin berkembang, jadi jika Anda belum memiliki toko online di platform media sosial Anda, mulailah mengatur dan bereksperimen dengan iklan.

Marketer Perlu Mempertimbangkan Keberagaman Konten

Angie Nikoleychuk, Content Marketing Manager di Search Engine Journal mengatakan:

Media sosial pada tahun 2023 akan memiliki tiga tema utama: diversifikasi, risiko, dan investasi.”

Hingga saat ini, merek-merek lebih fokus pada beberapa jaringan berbasis teks. Ketidakstabilan Twitter membuktikan mengapa ini adalah ide yang buruk.

Oleh karena itu, pada tahun 2023, siapa pun yang menggunakan media sosial untuk pemasaran, layanan pelanggan, dan humas harus melakukan perubahan besar jika mereka belum melakukannya. Gambar dan media alternatif lainnya menjadi kekuatan penggerak, tetapi itu hanya sebagian dari keseluruhannya.

Merek-merek perlu menjauh dari gagasan bahwa hanya terlihat saja sudah cukup, karena banyak jaringan baru yang muncul tidak memiliki jangkauan seperti Twitter. Jaringan-jaringan baru ini lebih fokus dan terbatas, tetapi kelompok-kelompok kecil ini kuat dan terlibat.

Pemasar media sosial yang cerdas juga akan membuat perubahan besar dalam strategi mereka pada tahun 2023.

Mereka akan memilih jaringan untuk tujuan tertentu dan membagikan konten yang spesifik untuk audiens yang spesifik tersebut.

Misalnya, ini bisa mencakup SlideShare untuk pendidikan pelanggan dan membangun otoritas, YouTube untuk kesadaran produk dan membangun merek, email marketing untuk retensi pelanggan, dan Qwoted untuk koneksi media dan jurnalis.

Itu merupakan sebuah pekerjaan dan investasi besar, tetapi inilah intinya: Dengan begitu banyak jaringan baru yang muncul, fitur-fitur besar yang dirilis, adanya resesi di depan mata, dan diperkirakan Twitter akan terus mengalami penurunan popularitas dalam setahun mendatang, perusahaan-perusahaan yang bersedia berinvestasi, membuat pernyataan, dan mengambil risiko saat ini akan melihat hasil yang besar.

Tren Media Sosial yang Ada Bisa Memberi Keseimbangan Bagi Pemasar B2B

Matt Mudra, VP Of Planning & Performance dari SCHERMER mengatakan :

Dalam hal pemasaran B2B di media sosial, berikut adalah beberapa harapan untuk tahun 2023.

LinkedIn akan terus menjadi saluran utama bagi pemasar B2B berkat pilihan penargetan firmografis dan fokusnya pada percakapan terkait tempat kerja. Saya ragu posisi dominan LinkedIn sebagai saluran pemasaran B2B akan berubah dalam setahun mendatang.

Kami juga berharap ada perubahan besar di Twitter pada tahun 2023, dengan solusi penargetan baru bagi pemasar B2B. Selain itu, saluran media sosial lain yang biasanya lebih digunakan untuk pemasaran B2C, seperti TikTok atau Pinterest. Namun platform tersebut diharapkan untuk memperluas solusi penargetan bagi pemasar B2B. Saya berharap Meta juga akan segera menawarkan solusi ruang bersih – aktivasi data pihak pertama di media sosial akan melonjak pada tahun 2023 dan seterusnya.

Saat TikTok terus melampaui Google dan Bing untuk pencarian Gen Z, merek-merek B2B juga akan mulai menjelajahi penggunaan TikTok untuk strategi pencarian.

Terakhir, perdagangan sosial akan terus tumbuh, dan semoga kita akan mulai melihat beberapa aplikasi untuk merek-merek B2B yang lebih besar, tetapi itu mungkin membutuhkan beberapa tahun lagi.

Sumber : Search Engine Journal

BACA JUGA  Bagaimana Cara Menentukan Target Audien di Facebook Ads
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Most Popular

Recent Comments